
Salatiga – Pada hari ini, para guru dan pegawai MTs Negeri Salatiga mengikuti kegiatan pengajian bersama Ustaz Muhamad Haris, S.Ag. Kegiatan ini merupakan agenda baru di MTs Negeri Salatiga, yaitu pengajian mingguan yang dikhususkan bagi guru dan pegawai sebagai sarana menambah wawasan keilmuan dan memperkokoh ibadah. Agenda ini akan dilaksanakan setiap hari Sabtu setelah kegiatan pembelajaran selesai.
Pada pertemuan perdana ini, kitab yang dikaji adalah Al-Ghayah wa al-Taqrib karya Qadhi Abu Syuja’. Materi yang dibahas berfokus pada jenis-jenis air untuk bersuci dalam fikih mazhab Syafi’i.
Dalam penjelasannya, Ustaz Haris menerangkan bahwa terdapat tujuh macam air yang dapat digunakan untuk bersuci, yaitu air hujan, air laut, air sungai, air sumur, air sumber, air salju, dan air dingin. Lebih lanjut, air tersebut terbagi menjadi empat kategori:
Air suci dan menyucikan (air mutlak),
Air suci dan menyucikan tetapi makruh,
Air suci tetapi tidak menyucikan (air musta‘mal),
Air najis (air yang terkena najis).
Secara khusus, beliau menjelaskan tentang air musta‘mal, yaitu air yang sudah digunakan untuk mengangkat hadas, seperti wudu atau mandi wajib, dan jumlahnya kurang dari dua qullah. Hukum air ini tetap suci, namun tidak dapat lagi digunakan untuk bersuci, meskipun secara kasat mata tampak bersih. Misalnya air bekas wudu yang jatuh ke dalam wadah kecil; air tersebut dihukumi musta‘mal sehingga tidak boleh dipakai ulang untuk wudu atau mandi wajib.
Melalui kajian ini, para guru dan pegawai MTs Negeri Salatiga mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang hukum air dalam fikih, sehingga dapat lebih berhati-hati dalam menjaga kesucian ibadah sehari-hari.
Semoga kegiatan pengajian rutin mingguan ini menjadi sarana untuk menambah ilmu agama sekaligus mempererat kebersamaan seluruh guru dan pegawai MTs Negeri Salatiga. (Humas)
