Dirjen Pendis Dorong Penerapan Kurikulum Cinta saat Pembinaan di MTsN Salatiga

Salatiga – MTs Negeri Salatiga mendapat kehormatan menerima kunjungan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Suyitno, M.Ag., pada Kamis (11/9/2025). Turut hadir mendampingi, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Wahid Arbani, S.Ag., M.Si., serta Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Salatiga, Sumarlan, S.Th.I., beserta jajarannya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. H. Suyitno, M.Ag. memberikan pembinaan kepada guru dan pegawai sekaligus melakukan monitoring dan evaluasi pemanfaatan pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) untuk pengembangan madrasah. Beliau menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap madrasah semakin tinggi. Oleh karena itu, warga madrasah perlu memperkuat komitmen serta kualitas pendidikan yang diberikan.

Salah satu poin penting yang beliau sampaikan adalah pentingnya penerapan Kurikulum Cinta di madrasah. Menurutnya, kurikulum ini menjadi fondasi dalam pembentukan karakter, akhlak mulia, dan penguatan moderasi beragama. Guru diharapkan mendidik dengan penuh kasih sayang, cinta kepada sesama tanpa membeda-bedakan, serta menjadikan nilai cinta sebagai ruh dalam proses pembelajaran.

Untuk memperjelas pesannya, Prof. Dr. H. Suyitno, M.Ag. menggunakan filosofi kopi dan gula. Guru diibaratkan gula yang memberi rasa manis pada kopi, yaitu siswa. Jika rasa kopi pas, gula jarang dipuji. Namun, bila kopi terasa hambar, gula kerap disalahkan. Analogi ini mengingatkan bahwa guru harus memiliki keteguhan dan komitmen dalam menjalankan peran mulia meskipun sering luput dari sorotan.

Beliau juga menekankan sejumlah prinsip penting bagi para pendidik, yaitu:

  1. Menjadikan profesi guru sebagai profesi mulia.

  2. Mengajar dengan passion, bukan karena keterpaksaan.

  3. Mengembangkan fitrah kasih sayang dengan mendidik melalui Kurikulum Cinta.

Lebih lanjut, Prof. Dr. H. Suyitno, M.Ag. menegaskan bahwa tujuan utama pendidikan di madrasah adalah melahirkan generasi yang unggul, cerdas, berakhlak penuh kasih sayang, mampu menghadapi krisis kemanusiaan, serta berkontribusi dalam membangun kehidupan yang damai dan moderat.

Dengan arahan tersebut, keluarga besar MTs Negeri Salatiga berharap mampu menerapkan pesan-pesan pembinaan untuk mewujudkan madrasah yang Islami, berprestasi, dan berwawasan lingkungan. (Humas)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts